mahesajenar
Home
Anggota
artikel & tips
forum
direktori
Acara
Iklan Baris
Sejak awal, saya ingin menekankan kepada anak dan istri saya untuk selalu hidup dalam kesederhanaan. Memberdayakan sumberdaya ekonomi keluarga secara optimal dan bijak sana. Harus bisa berlaku adil terhadap pemasukan dan pengeluaran. Mengedepankan kebutuhan rumahtangga ketimbang keinginan individu-individu dalam rumah tangga itu sendiri. Kebutuhan bukanlah identik dengan keinginan. Kebutuhan haruslah terpenuhi dalam kesehariannya. Sedangkan keinginan tidak akan berpengaruh terhadap kebutuhan hidup jika hal itu tidak terpenuhi. Begitu pula sebaliknya, jika kebutuhan hidup ini tidak terpenuhi, maka stabilitas rumahtangga dan keluarga akan mengalami masalah.
Dengan tidak mengsampingkan prinsip-prinsip kesederhanaan tersebut, sebagai seorang ayah dan suami, hasrat untuk menyenangkan dan membahagiakan keluarga tidak berarti harus diabaikan. Tentunya sebisa mungkin keinginan itu segera diwujudkan. Betapa tidak bahagianya saya, manakala saya melihat Risa anak saya bermain dengan riang dan gembira dengan boneka tedy bear nya yang baru. Dan juga rasa puas yang tiada tara ketika melihat Risa berceloteh riang bercerita sama Eyang Putri-nya dengan logat nya yang lucu, "Yang Ti...., kemalin icha abis di tium ama ikan lumba-lumba. Ikanna lutu banget.., atanna lumba-lumbana cuka ama Icha...".(Eyang Putri..., Kemarin Risa habis di cium ikan lumba-lumba. Ikannya lucu banget..., katanya lumba-lumbanya suka sama Risa..) kurang lebih seperti itu kalau di translate kedalam bahasa orang dewasa. Saya menyadari kalau harga tiket Dunia FAntasi sangatlah mahal untuk ukuran saya. Harga masuk ke Ancol nya saja sudah 12.000,- per orang. Plus 12.000,- dikenakan untuk tiket mobil. Belum lagi harga tiket masuk ke Gelanggang Samudra, satu orangnya 65.000,-. Sudah kelihatan total biaya yang harus saya keluarkan untuk biaya rekreasi keluarga hari itu, belum ditambah tol, bensin dan sebagainya. Bisa jadi uang belanja istri saya untuk satu minggu harus dikorbankan.
Bulan lalu, ketika Risa sakit demam, saya sudah berjanji kalau Risa sembuh, ayah akan ajak Risa lihat ikan lumba-lumba di ancol. Tapi waktu itu istri saya sedikit protes karena menurut pandangan dan perhitungannya uang kita tidak cukup. Dan lagi dikhawatirkan nantinya Risa jadi anak manja dan tidak mau hidup prihatin. Secara kebetulan, ada seorang teman yang meminta bantuan saya untuk membantu mengatasi masalah yang terjadi di perusahaannya. Waktu itu System Database di kantornya mengalami masalah yang sangat serius. Sehingga selama tiga hari seluruh cabang tidak bisa Online. Saya bersedia membantunya dan Alhamdulillah berhasil. Masalah terselesaikan dan saya di bayar oleh kantor teman saya dengan harga yang lumayan banyak. Sebenarnya saya tidak mau untuk dibayar. Karena jujursaja, saya iklas niat menolong teman saya yang hampir dipecat lantaran masalah tersebut. Namun saya pikir ini mungkin jawaban dari doa-doa saya atas keinginan untuk mengajak Risa rekreasi ke Ancol melihat lumba-lumba. Jadi...., saya terima saja imbalan atas pekerjaan saya di perusahaan teman saya. Alhamdulillah......
Saya senantiasa berusaha menerima keadaan apapun dalam hidup saya. Tidak terfikirkan untuk ngoyo seperti jaman dulu. Saya hanya berusaha mengerjakan pekerjaan saya sebaik-baiknya. Menjaga kepercayaan orang lain, terus belajar dan berusaha disiplin. Menekankan dalam diri saya berupaya mensyukuri segala nikmat yang sudah diberikan Alloh SWT kepada saya dan keluarga. Istri yang baik, anak yang lucu dan manis. Bagi saya, mereka adalah lebih berharga dibanding dengan harta duniawi. Alhamdulillah ya Alloh....
Ya Alloh Robbul 'izzati, jadikanlah semua rizky yang kau anugerahkan menjadi barokah bagi ku dan keluargaku. Amiin......
![]()
![]() |