Posting
July 11, 2008July 11, 2008 Beri Komentar0 komentar Uncategorized Uncategorized
Ternyata kedua gadis kecilku itu meskipun sering ribut tapi kompaknya selangit!, Kemarin seusai mereka memberantakkan kamar tidur dengan bermacam alat-alat kecantikan, tas-tas dan baju-baju pesta serta bermacam selendang, sy hukum mereka dengan harus membersihkan kamar (bagaimanapun hasilnya nanti, yg penting mrk hrs belajar bertanggung jwb dgn apa yang tlh mrk lakukan, itu prinsip sy). Kalau belum selesai mrk gak boleh pergi main ke rumah teman sebelah rumah yg sudah baru saja datang menjemput mereka. Mereka menurut dan saya percaya, makanya sy jg gak nungguin aksi beres-beres mereka, sy teruskan kerjaan dapur yang sempat terhenti sebentar. "Ma, sudah selesai tuh.., boleh ya main sebentar..", krn saya sibuk dengan gorengan bakwan jagung, saya mengiyakan dengan memberi syarat "Kalo waktunya tidur siang pulang ya.." "Oke ma...", dan mereka berhambur keluar. Selesai dengan kerjaan dapur, baru deh bersihin rumah, nyapu..., sampai di kamar anak-anak sy liat kmr sdh bersih(mnrt ukuran bocah kecil lho..), sy tinggal merapikan sj. Tapi ketika sya membersihkan kolong tempat tidur..., eh apaan tuuh?..., Ya ampun rupanya semua alat-alat yang mereka pakai mainan tadi mereka sembunyikan disana, pantas cepat sekali. Gemas skl deh..., tp ternyata sy gak bs marah, malah tertawa sendiri..eh...kok sy bisa dikibulin sm anak sendiri. Sepulang dr mereka bermain saya tanya Nanda dan Dinda"Mbak.., bohong itu boleh nggak", "Gak boleh ma...", Trus kenapa tadi ada anak yang bohongin mama ya..",  alih-alih takut dimarahi mereka malah tertawa.."Habis kalo nunggu  selesai bersih-bersih lama ma..., ya sudah deh disembunyikan saja...", "Iya ma..., tadi embak yang nyembunyikan.. terus dinda yang lihatin mama..he..he..., mama gak tau kan..."...Duh... kompak kok buat bohongin mama sih Nak......
TagsTags:  
June 30, 2008June 30, 2008 Beri Komentar1 komentar Uncategorized Uncategorized

Hari sabtu lalu sepulang dari belanja bulanan di Giant A Yani kami mampir di rumah Utinya anak-anak, Nanda merengek gak mau pulang, dia pengen bobok di rumah Uti, padahal hari minggu dia ada les renang. Dan dengan berbagai cara dia merayu saya agar dibolehkan membolos dan saya gak suka itu.Dulu dia mati-matian membuat saya percaya bahwa dia bener-bener pengen ikut les renang, dan sejauh ini dia memang bertanggungjawab dengan keinginannya. Tapi sudah dua minggu ini dia terpaksa bolos les karena ada kegiatan di sekolahnya, itu saya bisa maklum, lha sekarang..? kan gak ada alasan yang bener-bener kuat. Hingga jurus terakhirnya dia keluarkan, menangis. Aduh ! Saya paling anti itu, dan itu tak menggoyahkan keputusan saya melarang dia tidur di rumah Utinya, tapi dia tetap mogok, bahkan sampai papanya ikut merayu diapun bergeming. Akhirnya dengan setengah hati saya tinggal juga dia. Sampai di rumah sudah pukul 9 malam, telpon berdering. Dengan masih menggendong putra terkecilku aku angkat telpon, di seberang sana terdengar suara gadis kecilku dengan terisak isak minta maaf, dia juga berjanji pagi-pagi sekali akan minta tolong tantenya mengantarkannya pulang agar dia bisa ikut les renang. Ya Allah.., terharu sekali hati ini mendengarnya, gadisku itu ternyata juga merasa bersalah,ternyata dia juga punya rasa tanggung jawab, pasti tadi Utinya yang sudah berpanjanglebar menasehati. Dan gadis kecilku itu ternyata tak malu minta maaf, dan itu benar-benar membuatku beberapa detik tak dapat berkata-kata, seiring dengan isaknya di ujung sana tiba-tiba saja aku juga terisak, haru. Di usianya yang belum ada 7 tahun itu aku merasa dia jadi jauh lebih dewasa. Dan tiba-tiba saja meluncur juga kata yang sama, "Mbak.., mama juga minta maaf ya, tadi mama sudah mbentak-mbentak mbak Nanda, sudah marahin mbak Nanda, mbak Nanda mau kan maafin mama", mendengar permintaan maafku, gadis kecilku itu malah bilang "Mama kenapa nangis?, kok mama minta maaf, Nanda gak marah sama Mama kok, Nanda tadi kan memang nakal pakai teriak-teriak segala, pake bilang mama gak sayang, he..he.., Nanda sudah gak nangis kok Ma. Mama gak boleh nangis ya, nanda sayang sama mama......",

Ah Nanda,tahukah kamu nak, mama marah bukan karena gak sayang...

mama marah karena gak suka kamu gak bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu pilih..

Mungkin Mama  agak  keras, tapi sungguh mama cuma pengen  kamu jadi  anak yang bisa menghargai kesempatan yang kamu peroleh. Maafkan mama ya Sayang...

 

Note: 

Ternyata..., anak anak itu  tak pernah ingin melihat ataupun mendengar ada orang tua yang menangis, meskipun itu tangis haru. Karena bagi mereka tangisan itu adalah kesedihan dan kekecewaan.

TagsTags:  
Deskripsi
yanti
Posts: 2
Comments: 1
Siapa bilang anak suka bikin sedih Ortunya dengan kenakalannya?
Kategori
Tags
Banner Bawah